Renungan Waktu (Demi Masa)

Advertisement
Your Ads Here



Demi masa.

image from muslim.or.id


Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati   kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran (Q.s al 'Ashr; 1-3)

Waktu berjalan begitu saja.


1 jam, 10 jam,,dan tanpa terasa sehari telah berlalu.

Adakah yang paling disesali orang-orang didunia ini ? yaahh.. kehilangan sebagian waktu hanya untuk hal yang sia-sia.

Dan tanpa pernah bisa kita kembali pada waktu yang sama,.
Bukan kah mereka yang berada di alam kubur ingin kembali ke dunia hanya untuk beribadah ?..walau hanya 1 menit saja waktu yang diberikan.
Mereka ingin kembali ke dunia hanya untuk beribadah.


Sedangkan engkau yang masih diberi kesempatan
Apakah berlalu begitu saja ?
 Serta membiarkan waktu mu digunakan tanpa faedah.

Dan apabila hari kepastian itu telah datang, hanya ada air mata penyesalan.
Mengapa dulu aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku
Hingga membuat ku lalai dari ibadah.


Mengapa aku tidak memenuhi seruan Adzan yang nyata jelas terdengar ditelingaku.
Mengapa aku membiarkan waktu ku, terbuang berlalu begitu saja.
Mengapa lisan ku begitu sulit mengucapkan tasbiiiih, tahmiiid dan sholawat..padahal ucapan itu begitu ringan untuk dilakukan.


Mengapa, mengapa dan mengapa ?
Hanya tersisa ribuan penyesalan yang sudah tidak mampu kau kembalikan.

Renungkan lah...
sebelum waktu yang pasti itu benar-benar terjadi
Sebelum amal ibadah mu ditimbang, dan yang kau terima hanya sedikit.


Makaa..
Selagi ruh mu ada didalam jasad nya
Selagi masih bisa bernafas
Serta masih nampak kehidupan dunia
Yang fana..


 Pergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Karena kita tidak pernah tau
 mungkin saja hari ini adalah waktu terakhir kita berada di dunia.

Dunia yang fana ini.

akan terus menawarkan keindahan-keindahan nya yang mampu membuat siapa pun lalai.
Namun...tidak kah kau ingin
Melihat dan merasakan kenikmatan-kenikmatan syurga ?
Yang kekal abadi untuk selamanya.


Wallahhu'alam

Penulis : Anita

Advertisement
Your Ads Here
Previous
This Is The Oldest Page

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon