Khutbah Idul Adha Ustadz Adi Hidayat, Lc,. MA.

Advertisement

Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc,. MA.


“Khutbah ‘Idul Adha 1438 H”.

/Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Allahu Akbar Walillāh hilhamdu..

Allahu Akbar Kabiira Wal hamdulillah-hi Katsira Wa Subhanallahhi – Bukratau Waasiila, Laa Ilaahā Illallahhu-Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillāh hilhamd.  Allahu Akbar Yaa Rahman, Allahu Akbar liil Akbar min-kulli Syaii..

Alhamdulillāh, Ashalatu washala mua’ala rasulillāh wa’ala aālihii washahbihi wa man waālah.

‘Amma Ba’ad, fayā’ibadallah ushi binafshi wa iiyyakum bitaqwallahi faqad fāzal muttaqun falā tamuu tunna illa wa-antum muslimun. Fakala ta’ala mudzakkiramb-bizāliik.

Yaa Ayyuhal ladzi na amanut-taqullaha  haqqa tukatih walatamuu tunna illa wa antum muslimun.

Allahu Akbar, Allahu Akbar..  Walillāh hilhamd.


Hadirin, jama’ah ‘Idul Adha Rahimakumullah.

Alhamdulillah, bersyukur pada Allah SWT. Diantara titian jejak hidup yang kita lalui hingga saat ini, alhamdulillah kita yang masih diberikan ni’mat hidayah oleh Allah SWT. Kelembutan hati, kekuatan iman dan keteguhan langkah untuk dapat menunaikan ibadah shalat ‘Idul Adha di tanggal 10 Dzulhijjah dihari jum’at ini Tahun 1438 H.

Kita bermohon pada Allah SWT.  semoga hari jum’at ini Sayyidul Ayyam ditetapkan oleh Allah SWT. Untuk kita semua sebagai hari terbaik, ‘Idul Adha terbaik diantara sekian perjalanan ‘Idul Adha yang pernah kita lalui dalam kehidupan kita.

Allahu Akbar, Allahu Akbar..  Walillāh hilhamd.

Hadirin, saat Allah SWT. Hendak mencipta manusia dan mengenalkan itu kepada para Malaikat yang hadir disekitarnya,  maka ada yang menarik disebutkan dalam Al Qur’an yang dalam penyebutan itu akan menunjukan esensi hakikat ‘Idul adha yang tiap tahun kita hadiri, kita rayakan, dan kita renungkan segala hal yang terkait dengan ibadahnya.

Allah berfirman mengisahkan itu, didalam Al Qur’an: surah Ke-15 Al Hijr ayat ke 28.

A’udzubillah himinasyaitha nirrājim  “Wa idz qāla rabbuka lil malāikati inni khāliqun-bassyarā,

Allah berfirman “Dan ingatlah tatkala Rabb mu Muhammad menyampaikan pada para Malaikat, Aku akan menciptakan makhluk baru yang  diberi nama dengan ‘Bassyar’.

Hadirin, saat Allah pertama kali mengenalkan pada para malaikat akan mencipta manusia maka yang menarik disebutkan istilah untuk manusia ini dengan nama ‘Bassyar’. Padahal dalam Al Qur’an..manusia sering kali disebutkan dengan 5 nama bahkan kadang disebut  dengan ‘Ins’ selain ‘Bassyar’,  18 kali disebutkan dalam Al Qur’an bersanding dengan ‘Jin’, kadang disebutkan dengan ‘Insan’ 65 kali disebutkan di Qur’an di 63 Ayat, 43 surah berbeda, kadang disebutkan dengan ‘Naas’, 241 kali disebutkan dalam Al Qur’an, kadang disebut pula dengan ‘Bani Adam’, di 7 ayat, 7 kali disebutkan dalam Al Qur’an.  [menit ke 0:00-4.58].

Namun menariknya.. nama pertama yang dilekatkan pada manusia saat mula akan dicipta, tidak disebut dengan ‘Ins’, bukan ‘Insan’, bukan pula ‘Annas’,tidak juga ‘Bani Adam’.tapi disebutkan dengan ‘Bassyar’. ‘Bassyar’ 35 kali disebutkan dalam Al Qur’an.

Hadirin, apa itu Bassyar ?

Dalam Bahasa Arab, setidaknya Bassyar termasuk dalam kosa kata Al Qur’an bila disebutkan setidaknya menunjuk pada Dua hal yang paling utama.

Pertama, Bassyar dipahami sebagai makhluk berkulit yang punya karakter lembut. Tampak,  lembut memiliki kulit. Seakan Allah ingin menyampaikan pesan pada para malaikat. Saya ingin mencipta makhluk baru yang materinya, bahanya, sifatnya berbeda dengan kalian wahai para malaikat.

Kalau kalian diciptakan dari cahaya, maka yang ini akan diciptakan dari bahan yang berbeda. Materi yang tidak sama. Hadist riwayat Muslim. Nomor hadits 2. 996. Diriwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah bunda orang-orang beriman. Semoga Allah meridhoi kepadanya.

“sungguh malaikat kata Nabi, diciptakan dari cahaya , Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, sedangkan Adam dicipta dari segala sifat yang terkumpul dalam diri kalian.

Hadirin,

 Malaikat dari cahaya, kita dari materi yang berbeda. Karena itulah Allah ingin menegaskan dalam konteks ayat ini .’Hai malaikat, saya ingin ciptakan makhluk baru yang materinya tidak sama, bentuknya tidak sama, bahannya berbeda, engkau dari cahaya..ini dari saripati tanah yang melahirkan satu makhluk berkulit, tampak punya karakter dalam kelembutannya.

Hadirin...

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar..  Walillāh hilhamd.

Kita berbeda dengan malaikat, karena perbedaan materi penciptaan ini. Maka karakteristik, sifat, bawaan kehidupannya pun,Al  Qur’an mengisyaratkan berbeda. Malaikat karena diciptakan dari cahaya, cahaya disebut dengan ‘Nur’ . Dalam Al Qur’an ‘Nur’ Disebutkan 43 kali dalam Al Qur’an, dan tidak pernah disebutkan kecuali menunjuk pada hal yang bersumber langsung dari Allah SWT.

Karena bersumber langsung dari Allah, segala atas kehendak Allah, maka segala yang bersumber dari Allah semua memiliki nilai-nilai kebaikan.

Hadirin, kumpulan dari sifat baik itu disebut dengan takwa. Ketika malaikat diciptakan dari Nur itu sejatinya dalam diri malaikat semua hanya terkumpul sifat-sifat kebaikan saja. Kumpulannya disebut dengan takwa. Karena itulah Al Qur’an menyampaikan malaikat  hanya tercipta dari Nur, Nur sifatnya baik.. seluruhnya disebut dengan taqwa.

Untuk itulah malaikat disebut dalam Al Qur’an tidak pernah punya potensi untuk bermaksiat, dan melanggar ketentuan Allah SWT. Al Qur’an Surah 66 At Tahrim  diayat yang ke-6 , Allah menegaskan “malaikat itu kata Al Qur’an mustahil dia bermaksiat, tidak mungkin dia berbuat salah, dan tidak akan pernah terlambat, dan tidak akan pernah bahkan meninggalkan apa yang Allah tugaskan untuk mereka. [menit ke 9:30].

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar..  Walillāh hilhamd.

Manusia disebut dengan bassyar...unsurnya berbeda, sifatnya lain.

Hadirin, Bassyar tidak disebutkan kecuali mengandung makna yang Kedua, yaitu perpaduan antara sifat taqwa.

 yang kedua yaitu Nafsu. Tidak disebutkan Bassyar kecuali terkumpul 2 hal ini.

Satu Takwa, yang kedua Nafsu.

Takwa di isyaratkan oleh  Al Qur’an “Qs. 15 ayat ke 28. Maka Aku tiupkan kepada manusia yang tercipta ini ruh dari mu, karena ruh bersumber dari Allah, maka dalam diri kita pun ada bawaan sifat-sifat takwa. Tapi ketika disebut dengan Bassyar,  Al Qur’an ingin menegaskan bahwa dalam diri kita tidak sama dengan malaikat.

Kalau malaikat takwa saja, maka dalam diri manusia ada takwa, ruhhi yang kedua ada nafsu.

Hadirin... nafsu tidak di isyaratkan kecuali sifat yang melekat pada hewan. Sedangkan keterangan dalam Al Qur’an, “Nafsu lawan dari Takwa”, jika takwa menyeru pada kebaikan.. membawa sifat-sifat mulia, maka nafsu sebaliknya. [Qs.  ke 12 Yusuf .Ayat ke 53].

Saya tidak bisa menganggap diri suci, karena didalam diri ada nafsu. Dan nafsu cenderung membawa kepada sesuatu yang tidak menyenangkan, sesuatu yang kadang buruk, sesuatu yang terpandang salah.

Hadirin, Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar, Walillāh Hilhamd.

Kita bukan malaikat, kita juga bukan hewan..tapi dua sifat ini terkumpul dalam diri kita.

Satu Takwa, kedua Nafsu. Bahkan uniknya keduanya disebutkan bilangan  yang sama dalam Al Qur’an. takwa disebutkan 115 kali, nafsu disebutkan 115 kali. Artinya akan muncul 2 potensi yang saling berlawanan dalam diri kita.

Ada kecenderungan untuk  berbuat baik tapi tidak sedikit diarahkan pada yang tidak menyenangkan. Jika dalam diri kita ada potensi jujur, maka pasti akan ada lawannya yaitu potensi berbuat dusta. jika dalam diri kita ada potensi sabar, maka pasti ada lawannya untuk meluapkan amarah, jika dalam diri kita ada potensi Tawadhu’ [rendah hati] maka pasti ada muncul lawannya,,tipikal-tipikal yang membawa pada sifat kesombongan.

Satu Takwa, kedua adalah Nafsu. Dan nafsu punya nama lain disebut dengan “Fujur”. Ketika sempurna penciptaan kita maka muncullah takwa dan fujur itu.

Perhatikan kalimatnya Qs. 91 As Syams ayat 7-10. “Wa nafshiw wamaa sawwaha {7}”, dan jika nafas manusia sudah sempurna diciptakan, bisa dia bernafas, ruhhnya masuk dalam fisiknya, “fa alhamahā fujuurahā wa Taqwāhā{8}”, maka dalam dirinya akan tertanam dua kecenderungan, sifat malaikat disebut dengan Takwa.. dan sifat hewani disebut dengan Nafsu...bawaanya disebut dengan Fujur.

Hadirin, itulah perjuangan kehidupan kita sampai dengan 10 dzulhijjah ini.  Pertanyyan nya, lebih dominan mana diantara dua sifat itu..apakah sifat baik yang mengantarkan kita nanti ke syurga,?



ataukah sifat-sifat buruk yang justru menjerumuskan kita kedalam neraka ?

Maka penting kita merenung sampai dengan 10 Dzulhijjah ini.

Hai manusia, hai anda yang mengaku beriman... anda mengatakan ingin masuk syurga bahkan syurganya pun syurga Firdaus, bahkan anda ingin bersama Nabi, bahkan anda ingin tidak ada hisab bagi anda..tunjukkan, buktikan kepada Allah sampai saat ini di mana potensi takwa anda telah diamalkan,, dihadirkan dihadapan Allah SWT.

Hadirin... orang-orang yang beriman, anda yang menginginkan sifat takwa, ingin masuk syurga, mari kita bertanya pada diri kita semua sampai hari ini berapa shalat fardhu dan shalat sunnah yang telah kita maksimalkan. Jangan-jangan anda terlalu menginginkan syurga namunterlena dengan dunia.

Hai yang mengharapkan syurga firdaus, yang tidak ingin ada hisab, yang ingin dengan Rasulullah, mari bertanya kepada kita seluruhnya sampai dengan 10 Dzulhijjah 1438 H ini/ 1 September 2017 M. Tanyakan pada diri kita..dari sekian ribu rukuk dan sujud yang kita kerjakan berapa persen bacaan shalat yang kita pahami sampai hari ini. Jangan-jangan rukuk ngga ngerti yang dibaca, sujud ngga paham apa yang diungkapkan. [menit ke 22:33]

Pertanyaan kami, sampai hari ini berapa persen dari bacaan shalat kita yang kita pelajari. Adakah pernah kita mengkhususkan waktu untuk memahami apa yang kita baca dalam shalat. Barangkali saat shalat kita tidak khusyu’, bukan karena kita kurang sholeh...tapi kita kurang paham apa yang kita kerjakan dalam shalat kita. [menit ke 24.23]

Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar, Walillāh Hilhamd.

Takwa tidak disebutkan dalam Al Qur’an kecuali menunjuk pada hubungan baik dengan sesama. Qs. Ke 3 ayat 133-134. “bergegaslah anda untuk saling mengintropeksi diri”, muhassabah...minta ampun kepada Allah, tidak ada diantara kita yang tidak pernah berbuat salah...kita bukan malaikat, kita bukan malaikat,, kita disebut dengan Insaan. [menit ke 24.50-25.15].

Mari kita bermohon pada Allah SWT. Semoga hari ini Allah melembutkan hati kita untuk berubah, dan diberikan kesempatan untuk bertobat, kembali berbuat baik dalam kehidupan.

Alhamdulillāh-Hirabbil ‘Alamiin, Arrahmānirrahim, Maālikiyau middin, Iyya kana’budua iyya kanasta’in, Ihdinashirāthal mustaqim, Shirāthal-ladzi na an’am ta’alaihiim, ghairil magduu bi’alaihim waladdaālliiin..

Allahumma ya arhamarrāhimiin nasāluka ya Allah bi asmāiikal husna washifatikal ‘uulā, Duhai Allah di kesempatan jum’at ini ya Allah, di ‘Idul Adha ini kami bermohon kepada Mu dengan segala sifat dan nama Mu yang termulia..

Allahumma yarhaāmmul hamma yaa Rabbal ‘Alamiin..Allah-humma yaa Rahmān Nur -Rahiim Irhamnā ya Allah yaa Arhamar-rā himiin.

Allahumma Yaa Rabbal ‘Alamin. Rabbana Aātinā fiddunya hasanah wa fil ākhirati hasanah waqina ‘adzā bannar.

Bi fadlika subhānarabbika rabbil ‘izzati ‘ammā yāshifun, wassalamu’alal mursalinna walhamdulillāh –hirabbil ‘ālamiin.

Wal ‘afuu minkum, Wassalamu’alaikum warahmatullāhi Wabarakātuh.

Dikutip Dari :
YouTube Channel Akhyar TV : https://youtu.be/Ec1Mlgh6-4Q
Advertisement
Your Ads Here

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon